Alvian Putra
Alvian Putra (Foto: Dok.Pribadi)

Ketika sedang mengerjakan Diskusi, karya yang membuat Alvian Putra (21) didaulat menjadi UOB Most Promising Artist of the Year 2017 ini sebenarnya dibikinnya untuk pameran Dies Natalis  2017 di kampusnya Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Jogja. Baru kemudian dia mendapat info kalau proses seleksi UOB Painting of the Year 2017 sedang berlangsung.

Jadilah Alvian mengirimkan Diskusi dan memilih memasukkan karya lama di pameran yang berlangsung di kampusnya tersebut. Ini adalah kali kedua mahasiswa penyuka Bakmie Jawa ini mengikuti ajang UOB Painting of the Year, setelah sebelumnya di 2015 dia masuk sebagai finalis untuk kategori Seniman Pendatang Baru.

Kepada Sarasvati menceritakan proses kreativitas dan hal-hal yang menyumbangkan inspirasi untuknya berkarya. Mari kita simak…

Baca juga Ketika Kegelapan Menang di UOB Painting of the Year 2017

“Saat berkarya, saya punya kecenderungan mengangkat ego manusia..”

Diskusi karya Alvian Anta Putra
Diskusi karya Alvian Anta Putra, 2017 Oil on Canvas 125 x 155 cm (Foto: Jacky Rachmansyah)

Alvian menganggap selalu ada hal-hal yang menarik seputar aktivitas manusia yang didasari oleh keinginan atau hasrat terpendamnya. Kemudian dikaitkanlah dengan “gelitikan” yang menyinggung persoalan sosial baru kemudian dieskekusi secara visual. “Aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari seringnya menarik untuk direspon secara kreatif,” tambahnya.

“Diskusi dengan sesama seniman dan teman-teman sedikit banyak memberikan inspirasi dan masukan dalam berkarya…”

Alvian mengaku banyak belajar dari seniman Gatot Indrajati, Erizal AS, Rudi Mantofani yang menurutnya punya konsep yang matang sehingga karya-karya yang mereka bikin mampu menyemangati Alvian untuk terus kreatif, “Saya belajar cara mereka mengangkat sebuah konsep dan komposisi visual kalau soal teknik atau gaya milik saya sendiri.”

“Saya sering juga dapat ide dari membaca buku..”

Pias karya Aris Setyawan
Pias karya Aris Setyawan (Foto: istimewa)

Kebanyakan buku yang dibaca Alvian adalah buku-buku sejarah, buku cerita singkat  mengenai seni dan budaya. Dua buku yang cukup berkesan buatnya adalah Sapiens (Yuval Noah Harari) yang bercerita tentang sejarah ringkas manusia dari zaman batu sampai perkiraan kepunahannya dan Pias (Aris Setyawan) kumpulan cerita pendek tentang seni dan budaya.

Baca juga Isyarat Spiritual Karya Nasjah Djamin

“Saya tidak terlalu suka suasana hening, ketika melukis saya suka mendengarkan lagu..”

Alvian menjabarkan lagu-lagu favoritnya mulai dari keroncong sampai rock. Beberapa yang rutin didengarkannya adalah Gesang, Coldplay dan One Ok Rock, “Terutama lagu rock sih, kesannya jadi terpacu gitu,” tutupnya.

Baca juga Menyimak Bagaimana Nasib Pembunuh Bayaran Seharusnya