Malam syukuran album Rajakelana oleh Mondo Gascaro di Auditorium IFI Jakarta, 21 Januari 2017. (Foto: Yose Riandi)

Mondo Gascaro menggubah tembang-tembang bernuansa tropis yang terus berbisik di telinga.

Memulai proyek solo sekitar tiga tahun terakhir, Mondo Gascaro akhirnya menghadiahkan penikmat musik Indonesia dengan album perdana bertajuk Rajakelana. Terlebih dulu dirilis dalam format digital pada November 2016, gubahan ciamik bernuansa tropis ini akhirnya diluncurkan dalam bentuk fisik yang disertai dengan malam pesta syukuran pada Sabtu, 21 Januari 2017 bertempat di Auditorium IFI Jakarta.

Di bawah label Ivy League Music, album yang materinya sudah dikumpulkan sejak 2011 dan tiga tahun kemudian mulai digarap tersebut, berisi sepuluh lagu dengan aransemen, komposisi, lirik, dan vokal dari Mondo Gascaro sendiri. Musik soft rock yang kental dengan nuansa pantai dan sentuhan musik Brasil, menjadi sebuah sajian kaya instrumen yang lebur dalam lirik ringan tentang kehidupan. Bagi sebagian yang beruntung, malam tersebut menjadi istimewa karena berkesempatan menikmati aksi Mondo di atas panggung membawakan keseluruhan lagu terbarunya secara perdana.

Naked dengan lirik yang mengapresiasi sensualitas. (Foto: Jacky Rachmansyah)
Naked dengan lirik yang mengapresiasi sensualitas. (Foto: Jacky Rachmansyah)

Malam syukuran Rajakelana dibuka oleh musik video dari tembang Naked, berisi perjalanan Mondo dalam menikmati pantai. Dilanjutkan dengan Sturm und Drang, instrumental yang didedikasikan bagi Beethoven, menjadi lagu pertama yang Mondo mainkan malam itu. Petrus Bayu pada bass (The Monophones) dan Lafa Pratomo pada gitar, dua di antara musisi yang malam itu mengiringi, juga turut berkontribusi dalam pembuatan album. Tak ketinggalan pemusik lain yang mengisi di sektor violin, cello, terompet, flute, saksofon, klarinet, hingga akordeon.

Ulasan lengkapĀ Terus Berkelana Bersama Rajakelana dapat dibaca di majalah SARASVATI edisi Februari 2017.