Kolaborasi EKI Dance Company dengan anak-anak YPAC di EKI Update 3.0 (Foto: Jacky Rachmansyah)
Kolaborasi EKI Dance Company dengan anak-anak YPAC di EKI Update 3.0 (Foto: Jacky Rachmansyah)

Kehidupan anak masa kini atau yang lebih populer disebut sebagai ‘kids jaman now’ menjadi tema utama yang diusung pentas seni pertunjukan “EKI Update 3.0”, 28-30 November 2017 di Gedung Kesenian Jakarta.

EKI Update merupakan sebuah pementasan kreatif yang dihelat Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company, yang  telah dihelat rutin sejak tahun 2016. EKI Dance Company sendiri merupakan platform yang diprakarsai oleh Aiko Senosoenoto dan Rusdy Rukmarata pada 1996 dengan semangat Karmawibhangga; relief candi Borobudur yang menjadi simbol keterbukaan pikiran dan potret jujur masyarakat.

Baca juga Butet Kartaredjasa Bermain Rupa dengan Keramik

Pada kesempatan kali ini, EKI Update 3.0 mempersembahkan tarian, show choir, film dan musikal dalam suasana milenial dengan mengusung tema #Lyfekidsjamannow. Aiko menuturkan bahwa banyak orang yang beranggapan kids jaman now adalah generasi instan yang memuja kebebasan semata dan mempunyai ‘mental tempe’. Padahal, kids jaman now juga memiliki keunikan dan dinamis, yang tidak bisa diseragamkan.

“Satu hal yang pasti, anak jaman now ada karena generasi terdahulu dan mereka adalah pemegang tongkat estafet untuk masa depan. Untuk mengerti mereka, tidak cukup dengan melihat dari luar atau menghakimi saja. Tetapi kita perlu masuk, merasakan suasana yang ada,” tutur produser EKI Update 3.0 tersebut.

Kehidupan anak masa kini bisa dialami siapa saja, tak terkecuali anak-anak yang berkebutuhan khusus. Pada kesempatan kali ini, EKI Dance Company menggandeng Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) untuk tampil dalam show choir  yang digabungkan dengan tarian. Keduanya akan berkolaborasi dibawah arahan koreografer Rusdy Rukmarata, Yuliani Ho, dan Gede Juliantara serta aransemen musik dari Michael Da Lopez untuk membawakan lagu-lagu daerah seperti Kicir-kicir, Selayang Pandang, dan Yamko Rambe Yamko.

Aksi kids jaman now di drama musikal Hwana Punya Story in New York (Foto: Jacky Rachmansyah)
Aksi kids jaman now di drama musikal Hwana Punya Story in New York (Foto: Jacky Rachmansyah)

Selain itu, ditampilkan pula ragam tarian yang mengangkat kehidupan kids jaman now seputar pergaulan, percintaan, hingga adiksi terhadap video game. Ada pula kisah si Pono, anak muda yang bertekad menjadi populer lewat Youtube dengan unjuk gigi bermain skateboard hingga ke Kalijodo, terangkum dalam sebuah film pendek karya Kresna ‘Peceng’ Wijaya. Acara ini ditutup dengan drama musikal Hwana Punya Story in New York yang berkisah tentang perantau Indonesia dengan segala keluh kesah dan persaingannya.

Lewat kolaborasi dengan anak-anak berkebutuhan khusus, Ketua YPAC Jakarta Purnamawati Muki Reksoprodjo berharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat pada Cerebral Palsy yang banyak dialami anak-anak binaannya. Selain itu, seluruh hasil penjualan dari pementasan ini juga akan didonasikan untuk pembinaan anak-anak YPAC Jakarta.