Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak menonjolkan latar belakang Sumba (Foto: Istimewa)
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak menonjolkan latar belakang Sumba (Foto: Istimewa)

Di sebuah padang sabana di Sumba, Marlina hidup seorang diri. Anak yang hendak ia namai Topan, meninggal sebelum lahir. Begitupun dengan sang suami, yang jasadnya dimumikan di pojok ruang tamu.

Tiba-tiba ia kedatangan sosok tak diundang, Markus si bos perampok yang membawa enam anak buah. Seluruh harta benda Marlina diambil paksa, termasuk kehormatannya.

Baca juga Dari Perca Menjadi Tas Bernilai Tinggi

Marlina hendak mencari keadilan dan penebusan, ia menempuh perjalanan sambil membawa kepala Markus yang telah dipenggal tadi malam.

Tak disangka di perjalanan ia harus bertemu Novi, kawan lamanya yang sedang hamil tua, juga Franz, anak buah yang menginginkan kepala sang bos kembali. Sedangkan tubuh tanpa kepala Markus, menguntit di sepanjang perjalanan Marlina.

Novi berhadapan dengan Franz, anak buah Markus yang mencari Marlina (Foto: Twitter Kaninga Pictures)
Novi berhadapan dengan Franz, anak buah Markus yang mencari Marlina (Foto: Twitter Kaninga Pictures)

Itulah gambaran besar tentang Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, karya terbaru garapan sutradara Mouly Surya yang akan tayang di berbagai bioskop Indonesia mulai 16 November 2017.

Film ini dibintangi Marsha Timothy (Marlina), Dea Panendra (Novi), Egi Fedly (Markus), dan Yoga Pratama (Franz). Diproduksi oleh Cinesurya dan Kaninga Pictures, film ini merupakan pengembangan ide dari sutradara kawakan Garin Nugroho.

Baca juga Pencapaian Baru Art Basel Hong Kong 2016

“Waktu 2014, saya dan Mas Garin sama-sama menjadi juri di Festival Film Indonesia, tiba-tiba dia mengajak untuk bikin film bareng. Nah di situ kali pertama Mas Garin cerita tentang Marlina kepada saya,” ungkap Mouly.

Mouly tidak mengubah premis awal Garin dan lebih menambahkan detail serta penyajian dalam bentuk genre Western di film ini. Bahkan, disebut sebagai film pertama dengan genre baru, yakni Satay Western.

Bukit-bukit Sumba menghiasi perjalanan Marlina yang membawa kepala Markus (Foto: Istimewa)
Bukit-bukit Sumba menghiasi perjalanan Marlina yang membawa kepala Markus (Foto: Istimewa)

Mengambil latar belakang Sumba, Nusa Tenggara Timur, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak menyajikan sinematografi yang begitu indah. Lanskap pemandangan tampak menonjol di beberapa adegan, yang mampu memanjakan penonton serta menambah efek dramatis.

Sebelum diputar di Indonesia, film ini telah diputar di berbagai festival film internasional seperti Cannes Film Festival (Mei 2017), New Zealand International Film Festival dan Melbourne Film Festival (Agustus 2017).

Film ini juga diputar di Toronto International Film Festival, Festival International du Film de Femmes de Sale (FIFFS) Maroko (September 2017), Sitges International Fantastic Film Festival, Busan International Film Festival, dan QCinema International Film Festival (Oktober 2017).

Baca juga Dua Ruang Tintin Wulia di Venice Art Biennale

Untuk dapat menikmati perjalanan Marlina dalam mencari keadilan, Mouly mengajak penonton mencoba keluar dari zona nyaman. Selain itu, film ini menawarkan keberagaman Indonesia yang selama ini jarang dieskpos hingga isu-isu yang acapkali dihadapi oleh perempuan di masyarakat.penutup_small