Ujung utara Teras Cihampelas. (Foto: Silvia Galikano)

Dari ide menata PKL, Jalan Cihampelas punya magnet baru yang akan menarik banyak orang datang. Trotoar “di udara”.

Pengerjaan skywalk di Jalan Cihampelas Bandung rampung sudah dan sudah mulai dioperasikan pada awal Februari 2017.

Teras Cihampelas, nama resmi skywalk, terentang sepanjang 500 meter, dari RS Advent hingga Hotel Promenade, berdiri setinggi 5,2 meter di atas Jalan Cihampelas. Terbagi menjadi tiga area, yakni taman di ujung utara dan ujung selatan, kios souvenir, dan kios kuliner.

Tersedia fasilitas toilet umum dan toilet untuk difabel, serta alur landai untuk difabel di sisi undakan yang menyesuaikan Jalan Cihampelas yang menurun ke arah selatan. Ada satu lift dan enam tangga untuk naik ke sini, yakni dua di ujung utara, dua di ujung selatan, dan dua di tengah. Juga ada fasilitas untuk wisata berupa sistem tanda (sign-system), bangku taman, dan giant frame untuk berfoto.

Bangku taman terdapat di beberapa titik. (Foto: Silvia Galikano)
Bangku taman terdapat di beberapa titik. (Foto: Silvia Galikano)

Teras Cihampelas terinspirasi High Line New York, taman linier sepanjang 2,3 kilometer di bekas jalur kereta api di Manhattan. Ide ini yang coba diterapkan di Cihampelas yang kondisinya berbeda.

Adalah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang mencetuskan ide untuk menata pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Cihampelas yang selama ini menempati trotoar, umumnya penjaja makanan dan baju kaus. Pejalan kaki tidak nyaman karena harus berjalan zigzag di trotoar yang hanya selebar 1-1,5 meter, bahkan tak jarang terpaksa turun ke jalur mobil. Para PKL ini nantinya akan dipindahkan ke atas sehingga trotoar hanya untuk pejalan kaki.

“Sudah ada ketetapan, yang di atas hanya PKL yang sebelumnya di Jalan Cihampelas, jadi bukan PKL baru atau pindahan dari tempat lain,” ujar Sigit Wisnuadji, arsitek dari PT Likatama Graha Mandiri dan tergabung dalam tim perancang Teras Cihampelas, saat dijumpai Sarasvati di Bandung, pertengahan Januari 2017.

Taman terdapat di ujung utara dan ujung selatan Teras Cihampelas. (Foto: Silvia Galikano)
Taman terdapat di ujung utara dan ujung selatan Teras Cihampelas. (Foto: Silvia Galikano)

Akan ada 192 kios souvenir dan kuliner, masing-masing berukuran 1,2×1,5 meter. Satu atap terdiri dari empat kios. Untuk kios kuliner, sebagian penutup kios berfungsi pula sebagai meja makan, walau bisa juga pengunjung memilih makan di bangku taman.

Mengaktivasi ruang agar kelak orang mau ke atas sehingga fasilitas ini bisa hidup, menurut Sigit, adalah tantang terberat. Namun karena segmennya adalah pengunjung Cihampelas yang datang untuk jalan-jalan santai dan melihat-lihat, dia yakin segmen ini akan terdorong untuk naik.

Ulasan lengkap Cihampelas, Seruas yang Berbenah dapat dibaca di majalah SARASVATI edisi Februari 2017