Sumber Foto: seminyaktimes.com

Sejak tahun 1991 sampai 2012, sudah ada delapan situs dari Indonesia yang diakui sebagai warisan dunia (UNESCO World Heritage). Kemungkinan besar Kota Tua Jakarta akan menjadi situs ke 9 dari Indonesia yang disahkan sebagai warisan dunia.

23 November 2017 lalu, JOTRC (Jakarta Old Town Revitalization Corporation ) sebagai pihak yang mempersiapkan Nomination Dossier untuk Old Town Jakarta (Unesco World Heritage Sites), bekerja sama dengan Pemprov DKI dan Dirjen Kebudayaan Kemdikbud  untuk Unesco World Heritage Sites 2018 telah diwawancara untuk klarifikasi dan pertanyaan tambahan dari UNESCO yang bermarkas di Paris.

Jika segala sesuatunya sesuai, maka Kota Tua Jakarta akan mendapat pengesahan sebagai UNESCO World Heritage pada 42nd Session of the Committee Unesco World Heritage di Manama, Bahrain 24 Juni – 4 Juli 2018.

Baca juga Menyambut Aktivasi Gedung Cipta Niaga dan Kerta Niaga

Kota Tua Jakarta adalah satu-satunya situs Indonesia (dari 19 situs yang masuk ke dalam tentative list) yang akan disidangkan pada tahun depan. Salah satu pertimbangan kuat kenapa Kota Tua Jakarta sangat layak menyandang status sebagai World Heritage Site, tak lain karena muatan nilai-nilai kebudayaannya yang universal. Beberapa di antaranya adalah Kota Tua Jakarta sebagai contoh terbaik perencanaan kota dan arsitektural zaman kolonial Belanda pada abad 17 – 18.

Kota Tua Jakarta menyimpan warisan hidup dan akulturasi budaya Eropa-Tionghoa-Arab-India, sebagai pusat jalur perdagangan Eropa dan Asia, intra Asia, dan antarpulau di Indonesia pada zamannya
Kota Tua Jakarta menyimpan warisan hidup dan akulturasi budaya Eropa-Tionghoa-Arab-India, sebagai pusat jalur perdagangan Eropa dan Asia, intra Asia, dan antarpulau di Indonesia pada zamannya (Foto: Rheza Praditiya)

Kota Tua Jakarta juga menyimpan warisan hidup dan akulturasi budaya Eropa-Tionghoa-Arab-India, sebagai pusat jalur perdagangan Eropa dan Asia, intra Asia, dan antarpulau di Indonesia pada zamannya. Selain itu, sisi-sisi sejarah dan teknologi maritim yang istimewa, sulit ditemukan di tempat-tempat lain.

Situs warisan dunia ini terbagi atas dua kategori, Situs Budaya dan Situs Alam. Indonesia berhasil menempatkan masing-masing empat situs di dua kategori tersebut. Lantas, apa keistimewaan delapan situs Indonesia tersebut dan apa-apa saja? Berikut ulasannya…

Baca juga Kota Tua Jakarta Masuk Nominasi UNESCO World Heritage

1. Komplek Candi Borobudur (1991)

Foto: paketwisatajogja75.com
8 Situs Indonesia yang Diakui Sebagai Warisan Dunia (Foto: paketwisatajogja75.com)

Candi Borobudur adalah kuil Buddha terbesar di dunia yang dibangun sejak abad ke 8 Masehi. Ada 2.672 panel relief yang terukir pada dinding-dinding lorongnya dan 504 arca Buddha yang membuatnya menjadi pemilik relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Fakta ini membuat Candi Borobudur melengkapi persyaratan situs budaya, baik dari sisi bangunannya maupun nilai-nilai kebudayaan dan religiusnya.

2. Sistem Subak (pengairan sawah) di Bali (2012)

Sumber Foto: balilovinatours.com
8 Situs Indonesia yang Diakui Sebagai Warisan Dunia (Foto: balilovinatours.com)

Pada sidang di Saint Petersburg, Rusia 2012 lalu, UNESCO mengakui kalau Subak layak masuk sebagai situs warisan dunia. Subak adalah sistem pengairan sawah yang dilakukan secara tradisional sekaligus  mengadopsi filosofi Tri Hita Karana yaitu keseimbangan antara hubungan manusia, bumi dan Dewa. Sistem ini sudah diterapkan di Bali sejak 1000 tahun lalu.

Baca juga Revitalisasi Kota Tua Jakarta: Rencana Pengembangan Kasus IKJ

3. Komplek Candi Prambanan (1991)

Sumber Foto: allindonesiatourism.com
8 Situs Indonesia yang Diakui Sebagai Warisan Dunia (Foto: allindonesiatourism.com)

Candi Prambanan merupakan komplek Candi Hindu terbesar di Indonesia dan dibangun sejak abad ke 9 Masehi. Legenda dan arsitekturalnya yang cantik serta wawasan budaya dan sejarah yang termuat dalam candi yang juga disebut “Siwagrha” alias Rumah Siwa ini menjadi salah satu situs warisan dunia untuk kategori budaya.

4. Situs Sangiran (1996)

Sumber Foto: sangiran_pictureofperfectyouth.blogspot.co.id
8 Situs Indonesia yang Diakui Sebagai Warisan Dunia (Foto: sangiran_pictureofperfectyouth.blogspot.co.id)

Sangiran menjadi tempat ditemukannya fosil-fosil manusia purba dan peninggalannya. Penemuan ini membuat para ilmuwan sepakat kalau leluhur manusia berasal dari Pulau Jawa tepatnya di Sangiran. Sejak tahun 1995, menurut laporan UNESCO para ilmuwan telah mengakui kalau Sangiran adalah situs paling penting untuk mempelajari fosil manusia. Pada tahun 2011, Museum Sangiran dibuka untuk umum untuk dipelajari dan sebagai sarana edukasi untuk mengetahui sejarah masa lampau.

Baca juga Berjiwa di Kota Tua

 5. Taman Nasional Komodo (1991)

Sumber Foto: namastecruises.com
8 Situs Indonesia yang Diakui Sebagai Warisan Dunia (Foto: namastecruises.com)

Taman Nasional Komodo memiliki potensi flora, fauna, biota laut dan panorama savana khas. Dan seperti yang kita tahu, Taman Nasional Komodo memiliki habitat alami yang terancam punah yaitu Komodo. Pertimbangan-pertimbangan ini yang membuatnya menjadi situs warisan dunia untuk kategori alam.

 6. Taman Nasional Ujung Kulon (1991)

Sumber Foto: penabiru.cm
8 Situs Indonesia yang Diakui Sebagai Warisan Dunia (Foto: penabiru.com)

Wilayah cakupan hutan lindungnya cukup luas, lebih kurang 122.956 Ha terdiri dari Gunung Krakatau, Pulau Panaitan, Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang, dari Semenanjung Ujung Kulon sampai Samudera Hindia. Taman Nasional Ujung Kulon juga menjadi hutan lindung untuk Badak Bercula Satu yang sudah terancam punah.

 7. Taman Nasional Lorentz (1999)

Lembah Baliem Papua (Foto: phinemo.com)
Lembah Baliem Papua, 8 Situs Indonesia yang Diakui Sebagai Warisan Dunia (Foto: phinemo.com)

Taman Nasional Lorentz terletak di Papua dengan luas wilayah 25.000 Km2 yang menjadikannya sebagai taman nasional terbesar dan memiliki kelengkapan ekosistem hayati terlengkap di Asia Tenggara. Selain itu, keistimewaannya yang lain adalah menjadi salah satu dari tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser.

Baca juga Kantor Pos dan Revitalisasi Kota Tua

 8. Hutan Hujan Tropis di Sumatera (2004)

Sumber Foto: wacana.co
8 Situs Indonesia yang Diakui Sebagai Warisan Dunia (Foto: wacana.co)

Hutan Hujan Tropis di Sumatera terdiri dari tiga taman nasional yaitu Taman Nasional Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Di kawasan ini terdapat tumbuhan langka yaitu Kantong Semar, Rafflesia Arnoldii dan Amorphophallus Titanum yang sering dikenal sebagai Bunga Bangkai. penutup_small