Museum Sidik W. Martowidjojo telah mencapai satu tahun perjalanannya yang ditandai dengan pameran tunggal Sidik bertajuk “Unity in Diversity” pada tanggal 10 Desember 2017 kemarin (Foto: Riski Januar)

Sidik W. Martowidjojo merupakan seniman Indonesia yang telah mendunia dengan ciri khas Chinese painting-nya. Seniman kelahiran 24 September 1937 ini merupakan satu-satunya seniman Indonesia yang mendapat penghargaan Medaille d’Orc dari Caroussel du Louvre, Paris.

Pada tahun 2007, Sidik juga mendapat kehormatan sebagai Research Fellow di Pusat Penelitian Seni Republik Rakyat Tiongkok yang membuat namanya semakin diperhitungkan di dunia seni rupa.

Baca juga Membaca Peluang Seniman Indonesia di Pasar Seni Asia

Semenjak tahun 2000 Sidik telah menggelar lebih dari 20 pameran tunggal, baik di dalam negeri maupun luar negeri seperti di Tiongkok dan Prancis. Sebenarnya Sidik mulai aktif berpameran formal sejak akhir tahun 1990-an karena sejak 1967 segala sesuatu yang berbau Tionghoa dilarang untuk ditampilkan.

Dedikasi Sidik terhadap dunia seni rupa mengantarkan namanya menjadi nama museum di Yogyakarta yang berlokasi di Bale Raos, Jalan Magangan Kulon No. 1 Kraton, Yogyakarta. Museum Sidik W. Martowidjojo adalah tempat dimana karya-karyanya bisa diakses oleh publik. Museum ini telah mencapai satu tahun perjalanannya, ditandai dengan digelarnya pameran tunggal Sidik dengan tajuk “Unity in Diversity” pada tanggal 10 Desember 2017 kemarin.

Ada 43 karya yang dipamerkan dan kebanyakan menampilkan landscape tentang alam. Sidik mencoba membangun kebhinekaan melalui warna pada karya-karyanya. Penempatan warna-warna ini menuntun kita untuk memahami gagasan Sidik atas sebuah perbedaan yang menyatukan. Sidik memberikan keberagaman dari landscape yang tidak biasa namun harmonis sehingga bisa saja kita tidak menyadari bahwa dia telah menggambar laut dengan warna kuning.

Baca juga Upaya Pemurnian Seni di Sebuah Art Gallery “Raksasa”

Berikut ini adalah 4 lukisan Sidik W. Martowidjojo dengan warna abstrak ekspresif yang mencuri perhatian…

1. Vibrant Sky

Vibrant Sky, Ink and color on rice paper, 68 x 136 cm
Vibrant Sky, Ink and color on rice paper, 68 x 136 cm (Foto: Riski Januar)

Pada karya ini, Sidik menampilkan sebuah landscape hutan dengan langit yang berwarna-warni. Warna-warna dominan pada langit memperlihatkan kedalaman ruang dan bentuk yang membawa suasana semarak nan gothic. Siluet hutan memberikan kesan lengang dan dingin walaupun banyak warna yang memayunginya. Warna-warna dominan seperti merah dan kuning pada langit tidak mampu menghangatkan hutan di bawahnya. Karya ini memperlihatkan kepiawaian Sidik mempermainkan suasana melalui warna-warnanya yang abstrak ekspresif.

2.    Beautiful Indonesia

Beautiful Indonesia, Ink and color on rice paper 68 x 136 cm, 2015
Beautiful Indonesia, Ink and color on rice paper 68 x 136 cm, 2015 (Foto: Riski Januar)

Pada karya ini Sidik melukis sebuah landscape bibir pantai. Sidik membuat daratan hitam, menyiluetkan tanpa menampakkan matahari. Langit-langit berwarna kuning, biru dan hijau sementara laut diwarnai dengan kuning yang semakin lama semakin memudar. Karya ini sunyi namun jauh dari kesan damai, warna-warna ini menghantar kita ke dalam aura magis yang dalam. Melalui karya ini kita bisa menafsirkan perspektif Sidik dalam memaknai keindahannya tentang Indonesia.

Baca juga Pencapaian Rasa Lima Perupa

3.    Glorious

Glorious, Ink and color on rice paper 68 x 136 cm, 2016
Glorious, Ink and color on rice paper 68 x 136 cm, 2016 (Foto: Riski Januar)

Seperti pada karya sebelumnya, Sidik tetap menyiluetkan hutan. Kali ini, Sidik memperlihatkan komposisi rule of third, membagi tiga bidang kanvasnya lalu membuat kita menerka warna merah yang dominan itu sebagai apa dalam lukisannya. Warna merah yang semakin memudar membentuk sebuah kedalaman bidang. Seperti membentuk jurang, lautan, bahkan suasana yang sedang berkecamuk. Warna merah ini memberi batas pada langit seolah hutan di seberangnya bukanlah dari dunia dibaliknya. Sidik memancing kita untuk merenung tentang glorious (kemuliaan) apa yang dipaksakan hadir dalam lukisan ini.

4.    The Golden Sea

The Golden Sea, Ink and color on rice paper 68 x 136 cm, 2015
The Golden Sea, Ink and color on rice paper 68 x 136 cm, 2015 (Foto: Riski Januar)

Jika seniman pada karyanya di posisikan setingkat di bawah Tuhan, maka Sidik adalah salah satu seniman itu. Seperti pada karya ini, Sidik membuat laut berwarna kuning. Di balik dominasi warna pada karya ini, terdapat dominasi Sidik atas kuasa pada lukisannya. Sidik membentuk suasana laut yang berkecamuk dengan ombak yang menghantam. Suasana itu lalu dihancurkan melalui suasana tenang dengan kapal-kapal yang berlayar. Jika diamati lebih lama, karya ini membawa kita ke dalam suasana kontradiktif dalam waktu yang bersamaan seolah-olah kita adalah nakhoda dari kapal di tengah lautan Sidik.penutup_small