Dengan mengundang Karin Rottmann selaku Deputy Director dari Cologne Museums Educational Service sebagai pembicara, Goethe Insitut mengadakan workshop bertajuk Bringing Museums to Life! di Galeria Fatahillah Jakarta. Lewat acara yang dilangsungkan pada 10 April 2015 ini, Goethe Institut turut mengundang beberapa peserta yang mewakili berbagai lembaga kebudayaan yang aktif di Jakarta.

Saat memulai workshop yang juga diadakan di berbagai kota Asia Tenggara ini, Karin Rottmann memberi penjelasan singkat seputar struktur operasional organisasi museum di kota Cologne, Jerman. Delapan museum yang berada di bawah organisasi pemerintah lokal kota Cologne antara lain Museum Ludwig, Wallraf & Richartz Museum, Romano Germanic Museum, Museum of Applied Arts, Rautenstrauch-Joest Museum, Museum SchnĆ¼tgen, Museum of East Asian Art, Archeological Zone and the Jewish Museum.

Seminar 'Bringing Museums to Life!' bersama Karin Rottmann. Image Source : Jacky Rachmansyah
Seminar ‘Bringing Museums to Life!’ bersama Karin Rottmann. Image Source : Jacky Rachmansyah

Dari seminar yang diberikan Rottmann, para peserta berkesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang strategi operasional dari layanan pendidikan lembaga kebudaan kota Cologne yang dipimpinnya. Strategi yang cukup menonjol antara lain penerapan konsep visitor-oriented marketing atau sistem pemasaran program lembaga kebudayaan yang disesuaikan dengan tren pengunjung dari berbagai kelompok masyarakat. Selebihnya, berbagai program yang berada di bawah pengelolaan Rottmann terbagi jadi tiga kelompok acara yaitu program berbasis verbal, aktivitas, dan acara sosial.

Berbagai pembagian kelompok masyarakat yang menjadi sasaran dari program lembaga kebudayaan Cologne antara lain anak-anak, imigran asing, penduduk lanjut usia, dan penduduk dengan disabilitas. Dengan ini, Rottmann menegaskan pentingnya penelitian tentang data demografis dalam perencanaan program lembaga kebudayaan. Contohnya, data mengenai proporsi pembagian pengunjung museum yang datang secara sukarela atas keinginginan sendiri dan tidak, dapat menjadi faktor penentu sukses atau tidaknya sebuah acara museum.

Workshop yang dihadiri belasan peserta dari berbagai lembaga kebudayaan di Jakarta ini diakhiri dengan diskusi seputar tema dan konsep dari seminar yang dapat diterapkan pada lembaga masing-masing. Pada sesi diskusi penutup, Rottman menambahkan bahwa peserta tidak perlu pesimis akan keberhasilan perencanaan program publik di beberapa lembaga kebudayaan lokal. Ujarnya, sistem operasional museum di Cologne yang sudah sangat mapan merupakan hasil dari upaya yang telah berjalan selama lebih dari 50 tahun, dan dengan kerja keras yang sama, Rottman yakin bahwa kita pun dapat meraih kemapanan yang setara.