Review

Mempertanyakan Ingatan Lewat “Iconic” Yuswantoro Adi

Aku Ingin Hidup 1000 Tahun Lagi 200x200 cm, oil on canvas, 2016
Memori kita sudah terbiasa menangkap apa-apa yang sifatnya mainstream dan diberitakan berulang-ulang menjadi informasi yang tertanam mati di dalam ingatan. Sebagai contoh, setiap kali mendengar nama Chairil Anwar pasti langsung terkoneksi dengan puisi-puisi dan ungkapan yang dipopulerkannya, Boeng, ayo Boeng! Sama halnya dengan Charlie Chaplin yang identik dengan cara jalannya yang tak biasa. Dalam pameran tunggalnya yang...

Berjiwa di Kota Tua

Dinding putih di salah satu sudut Museum Sejarah Jakarta memproyeksikan seorang perempuan berambut panjang menyapu lantai dengan gerak yang monoton. Dia mengumpulkan pasir-pasir yang memenuhi ruangan kemudian menumpuknya. Terkesan hanya kegiatan iseng belaka? Tapi coba Anda mendekat kemudian sadari kalau pasir yang disapunya ternyata susunan motif keramik yang menimpa pola yang sudah ada di...

Bentang Bagak Arsitek F. Silaban

Sketsa Masjid Istiqlal.
Tak banyak arsitek di dunia yang berkesempatan membentuk wajah sebuah bangsa. Friedrich Silaban adalah seorang di antara mereka. Pusat Dokumentasi Arsitektur bekerja sama dengan arsitekturindonesia.org mengadakan pameran bertajuk “Friedrich Silaban, Arsitek 1912 – 1984” di Gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, 8-24 November 2017. Baca juga AFAIR UI 2016 Pamerkan Model Arsitektur Kontekstual Pameran yang dikurasi Setiadi Sopandi...

Tentang Mega-Event Seni yang Kurang Dikenal

EI ARAKAWA Harsh Citation, Hars Pastoral Munster
Sebagian akan menjadi karya permanen yang diakuisisi pemerintah daerah Münster. Oleh karena itu kota Münster terkenal sebagai kota patung kontemporer. Setiap 10 tahun, tiga acara seni rupa internasional unggulan berlangsung bersamaan, yakni Biennale Venezia, Documenta Kassel, dan Skulptur Projekte Mϋnster. Skulptur Projekte Münster (SPM) yang diadakan tiap 10 tahun, paling kurang dikenal di antara tiga...

Menjawab Ajakan Erik Pauhrizi dan Erika Ernawan Untuk Migrasi di Rumah Sendiri

Erika dan Erik dengan latar belakang karya kolaborasi mereka Montage 240 x 360 cm (18 panels), Mix Media in Perspex Sheet, 2017
Erika Ernawan dan Erik Pauhrizi menggelar pameran bertajuk Migrasi di Rumah Sendiri, 4- 25 November 2017 di Can's Gallery Tanah Abang II No 25 Gambir Jakarta. Total ada 21 karya yang ditampilkan termasuk tiga karya kolaborasi keduanya. "Sebenarnya di sini ada dua solo show dan satu kolaborasi," kata Erika. Padahal di awal rencananya semua karya adalah kolaborasi...