Exhibition

5 yang Terbaik dari Pameran Tunggal Anton Afganial “The World Around Me”

Ada 11 karya yang ditampilkan Anton Afganial dalam pameran tunggal perdananya di Bentara Budaya Yogyakarta bertajuk “The World Around Me” (5 – 13 Desember 2017) (Foto: Riski Januar)
Ada 11 karya yang ditampilkan Anton Afganial dalam pameran tunggal perdananya di Bentara Budaya Yogyakarta bertajuk “The World Around Me” (5 – 13 Desember 2017), yang dibuka oleh dr. Edi Sunaryo. Melihat karya Anton, kita akan menghadapi ornamen tak beraturan, warna-warna yang bergerak liar menjarah seisi bidang kanvas. Garis-garis hitam muncul hampir di semua lukisan...

Upaya Pemurnian Seni di Sebuah Art Gallery “Raksasa”

Pengunjung sedang menikmati karya di Kemangi Art Space
Hyatt Regency Yogyakarta ikut menyemarakkan seni rupa di kota Jogja dengan membuka ruang pamer bernama At Kemangi Art Space. Ruang pamer ini memulai acara perdananya melalui pameran seni yang diadakan oleh Paguyuban Bumi Sahitya Astaseni pada tanggal 5 Desember 2017 - 5 Januari 2018. Pameran yang dibuka oleh Nurcahyadi, General Manager Hyatt Regency Yogyakarta...

Hingga Perupa Merawat Kriya

Jafar Huda Cahyanto, "Maha Atma"
Semakin longgarnya batasan antara seni rupa murni, seni kriya, dan seni desain dalam wacana seni rupa kontemporer, kini banyak perupa memanfaatkan seni kriya sebagai bahasa ungkap mereka dalam berkarya. Seperti disajikan 16 perupa yang terdiri dari dosen, alumni, dan mahasiswa  Jurusan Seni Rupa Universitas Surabaya. Mereka menggelar pameran bertajuk “Memetri Kriya” pada 24 November 2017...

Goresan Pada Novel dan Ekspresi-ekspresi Sesudahnya

Merupakan sesuatu yang lazim ketika seorang perupa mencoba beralih dari medium konvensional layaknya sebidang kanvas maupun sehelai kertas kosong. Apalagi dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitarnya sebagai medium untuk mencurahkan kreativitas. Sebagaimana yang dilakukan Wayan Sujana, perupa asal Klungkung yang karib disapa Suklu ini tengah mengeksplorasi lembar-lembar halaman novel sebagai medium mengekspresikan gambar-gambarnya...

Teguran Khas Butet Kartaredjasa Lewat “Goro-goro Bhinneka Keramik”

Dunia yang kita jalani sekarang kian bertambah edan. Yang salah dianggap benar, sedangkan yang benar dianggap salah. Bahkan keberagaman lebih dianggap sebagai kutukan ketimbang berkah, ketika sebagian orang memaksakan apa yang diyakininya kepada sebagian yang lain. Sejatinya itulah yang hendak diangkat Butet Kartaredjasa lewat 138 karya yang dipamerkan dalam pameran “Goro-goro Bhinneka Keramik” di Gedung...