Biennale

Wajah Sejarah Asia Pasifik di Singapore Biennale 2016

  Upaya menjelajahi eksplorasi yang dijalani budaya-budaya di Asia dalam upaya pencarian identitas, menuliskan kembali sejarah, maupun refleksi diri.   Mari perhatikan angka-angka ini: 58 karya seni, 19 negara asal partisipan, enam lokasi karya seni dipajang, dan 9 personel dalam tim kuratorial. Angka-angka tersebut menggambarkan satu-satunya identifikasi yang konkret dari penyelenggaraan “Singapore Biennale 2016: An Atlas of Mirrors”...

Reinterpretasi Imaji Historis di Biennale Jateng

Biennale Jateng #1 2016 resmi dibuka pada Selasa, 1 November 2016 bertempat di Semarang Contemporary Art Gallery, Semarang oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Biennale Jateng akan berlangsung hingga 15 November 2016. Pameran bertempat di empat lokasi di Kawasan Kota Lama, Semarang, yakni Gedung Monod Huis, Semarang Contemporary Art Gallery, Gedung Oudetrap, dan Gedung...

Merespons Kondisi Sosial Terkini Lewat Seni

Jakarta Biennale ke-16 akan hadir kembali pada 15 November 2015 - 17 Januari 2016 mendatang di Gudang Sarinah. Pada perhelatan yang ke-16 ini, Jakarta Biennale menghadirkan tema “Maju Kena, Mundur Kena: Bertindak Sekarang”. Tidak tanggung-tanggung, Charles Esche, kurator kawakan asal Inggris diundang untuk menjadi kurator utama. Charles saat ini bekerja sebagai Direktur Van Abbemuseum,...

Vespa Eddi Berangkat ke Venice

Berawal dari ketertarikan Sundaram Tagore pada karyanya yang dipamerkan di Art Stage Singapore 2013 lalu, Eddi Prabandono terpilih untuk ikut serta dalam pameran kolektif "Frontiers Reimagined" yang digagas oleh Sundaram Tagore dan Tagore Foundation International. Pameran yang akan menampilkan karya 44 seniman dari 25 negara Eropa, Asia, hingga Afrika ini, merupakan Collateral Event dari...

Adu Konsep Migrasi di Biennale Jogja XII

Keberagaman media begitu menonjol pada karya-karya seniman yang terlibat di Biennale Jogja XII. Sebagian besar seniman dari lima negara di kawasan Arab kebanyakan menggunakan media video. Hujan gerimis tak menghalangi Tisna Sanjaya untuk menaiki perahu yang bergerak layaknya sebuah pendulum. Ia ditemani Ketua Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Ashari Abdulah Tamrin yang duduk di sudut kiri...